Perbedaan utama antara pemutus arus DC dan pemutus arus AC adalah sebagai berikut:
·Pemutus sirkuit AC memanfaatkan karakteristik zero-crossing dari daya AC (zero-crossing periodik 50/60Hz) untuk mencapai pemadaman busur api alami.
·pemutus arus DCsperlu dilengkapi dengan alat pemadam busur api paksa seperti ruang peniup magnet/kisi logam (DC tanpa titik persilangan nol alami).
·Bahan kontak pemutus sirkuit AC harus sesuai untuk peralihan frekuensi tinggi (umumnya paduan perak).
·Kontak pemutus sirkuit DC memerlukan kinerja ketahanan busur yang lebih tinggi (umumnya paduan tembaga tungsten).
·Kesalahan pelepasan magnetik termal AC meningkat lebih dari 10% dalam aplikasi DC (standar IEC mengizinkan kesalahan ± 20%).
·Perangkat rilis khusus DC perlu mempertimbangkan karakteristik arus searah.
·Tegangan nominal pemutus arus AC adalah nilai efektif (misalnya AC 400V).
·Tegangan nominal pemutus arus DC adalah nilai konstan (misalnya DC 250V).
·Pemutus sirkuit AC: distribusi jaringan listrik, pelindung motor, dll.
·Pemutus sirkuit DC: sistem fotovoltaik, angkutan kereta api, stasiun pangkalan telekomunikasi, dll.

Jack
Soutya